Perbedaan
E-Commerce dengan Retail Konvensional
1. Segi Pelayanan dan Pelanggan
Pada e-commerce, segi
pelayanan pada pelanggannya bisa dikatakan lebih baik karena meskipun tidak
melakukan tatap muka secara langsung dengan pelanggan, e-commerce menggunakan "private
service" atau lebih menggunakan sistem tersendiri yang secara otomatis
memprogram untuk pemilihan apa yang dibutuhkan pelanggan dari awal hingga
akhir. sehingga pelayanan yang diberikan bisa lebih cepat, akurat dan
nyaman, selain itu, perusahaan bisa mendapatkan lebih banyak pelanggan karena
jangkauan e-commerce yang sangat luas dan tidak mengenal batasan wilayah, sedangkan pada retail konvensional,
pelayanan ke pelanggan dirasakan lebih membutuhkan waktu karena pelanggan harus
menunggu giliran untuk diambilkan barang yang diinginkannya oleh penjual atau
harus berkeliling sendiri mencari apa yang dibutuhkannya dan pelanggan harus
menunggu beberapa saat untuk menyelesaikan perbelanjaannya ( mengantri,
packing, pembayaran, dll ). pelanggan dari retail konvenional biasanya merupakan
pelanggan yang loyal dan usahanya tidak begitu berkembang karena jaringan
usahanya yang tidak luas.
2. Segi
Tempat
Pada e-commerce, tidak
dibutuhkan banyak tempat dan benda lain untuk mendisplay barang - barang. Cukup
dengan mendisplay foto dan keterangan singkat tentang barang dan bisa
di-post ke jejaring sosial. Dan foto tersebut sudah bisa dilihat oleh
banyak orang dari berbagai daerah di belahan dunia, contoh: pada website sebuah
perusahaan batik, pihak perusahaan tidak perlu menghabiskan banyak tempat untuk
mendisplay hasil produksi mereka dan perusahaan tidak perlu repot untuk
mengurus resiko dari kain batik yang dipajang ( warna cepat pudar karena
terpapar sinar matahari, terkena air hujan saat staff perusahaan sedang sibuk
dengan urusan lain, dan lain lain ). Sedangkan
retail konvensional lebih banyak menghabiskan tempat untuk mendisplay
hasil produksinya, pekerjaan dalam perusahaan menjadi lebih banyak karena akan
disibukkan dengan pembersihan tempat display produk, penjagaan di setiap
counter produk untuk menghindari hal - hal yang tidak diinginkan, seperti
perusakan, pencurian, dan lain - lain.
3. Segi
Biaya dan Tenaga
Pada e-commerce, biaya
lebih dapat ditekan karena dari segi penggunaan sumber daya manusia dan
tenaganya yang minim sehingga perusahaan lebih bisa menekan sejumlah biaya
seperti menekan biaya gaji karyawan, uang lembur, insentif, menekan biaya dan
bisa menekan sumber daya yang lain seperti listrik, air, dan lain - lain. Dan bagi pelanggan, e-commerce akan
memudahkan perbelanjaanya karena banyak produk dapat dicari dengan cepat,
ketersedian dan informasinya yang lengkap dan mudah, sehingga menghemat waktu dan biaya yang dikelurkan pelanggan, Sedangkan pada retail konvensional,
biaya yang dibutuhkan lebih banyak, karena retail konvensional membutuhkan
lebih banyak tenaga manusia untuk menjaga counter, biaya pemeliharaan
kebersihan toko dan perusahaan, dan lain sebagainya. Pada sisi konsumen,
retail konvensional akan menghabiskan waktu dan biaya yang dimiliki pembeli,
karena pembeli harus memilih dan mencari barang yang diinginkannya dengan
dirinya sendiri.
4. Segi
Waktu
Pada e-commerce,
pelanggan bisa mengakses suatu website atau situs yang diinginkannya kapanpun
dan dimanapun asalkan bisa terhubung dengan intenet, sehingga pada sudut
pandang pedagang, ini akan meningkatkan keuntungannya karena prinsipnya toko
yang selalu terbuka jelas terlihat lebih nyaman dan memudahkan. Sedangkan pada retail
konvensional, toko atau usaha yang memiliki jam kerja yang terbatas akan
menyulitkan pelanggan untuk memenuhi kebutuhannya dan keuntungan dari usaha
konvensional itu akan terbatas.
5. Segi
Komunikasi
Pada e-commerce,
komunikasi antara perusahaan dengan pelanggan akan terjalin dengan baik
meskipun tanpa tatap muka, karena pelanggan dari berbagai daerah dibelahan
dunia yang mengakses suatu website akan bisa menyampaikan kesan, pertanyaan,
dan keluhannya. Sedangkan pada
retail konvensional komunikasi yang bisa dilakukan antara pelanggan dengan
perusahaan sangat terbatas, hanya saat melakukan transaksi saja dan komunikasi
yang dijalin pun hanya dengan orang - orang yang terbatas karena jangkuan
usahanya tidak luas
Sumber :
http://kinan2929.blogspot.com/2015/06/perbedaan-e-commerce-dengan-retail.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar